Sabtu, 30 Agustus 2014

Hama dan Penyakit Ikan Mas

0 komentar
Hama dan Penyakit Ikan Mas - Budidaya Petani. Dalam membudidayakan ikan mas banyak sekali hambatan yang dihadapi berupa hama dan penyakit. Berikut adalah hama dan penyakit ikan mas:

Hama Ikan Mas

Bebeasan (Notonecta)
  • Berbahaya bagi benih karena sengatannya. Pengendalian: menuangkan minyak tanah ke permukaan air 500 cc/100 meter persegi.
Ular
  • Menyerang benih & ikan kecil. Pengendalian: lakukan penangkapan; pemagaran kolam.
Lingsang
  • Memakan ikan pada malam hari. Pengendalian:pasang jebakan berumpun.
Ikan gabus
  • Memangsa ikan kecil. Pengendalian:pintu masukan air diberi saringan atau dibuat bak filter.
Belut & kepiting
  • Pengendalian: lakukan penangkapan.
Ucrit (Larva cybister)
  • Menjepit badan ikan dengan taringnya hingga robek. Pengendalian: sulit diberantas; hindari bahan organik menumpuk di sekitar kolam.
Kodok
  • Makan telur telur ikan. Pengendalian: sering membuang telur yg mengapung; menagkap & membuang hidup-hidup.
Burung
  • Memakan benih yg berwarna menyala seperti merah, kuning. Pengendalian: diberi penghalang bambu agar supaya sulit menerkam; diberi rumbai-rumbai atau tali penghalang.
Penyakit Ikan Mas

Bakteri aeromonas punctata
  • Gejala: warna badan suram, tidak cerah; kulit kesat & melepuh; cara bernafas mengap-mengap; kantong empedu gembung; pendarahan dlm organ hati & ginjal.
  • Pengendalian: penyuntikan chloramphenicol 10-15 mg/kg ikan atau streptomycin 80-100 mg/kg ikan; pakan dicampur terramicine 50 mg/kg ikan selama 7 hari berturut-turut.
Bengkak insang & badan ( Myxosporesis)
  • Gejala: tutup insang selalu terbuka oleh bintik kemerahan, bagian punggung terjadi pendarahan.
  • Pengendalian; pengeringan kolam secara total, ditabur kapur tohon 200 gram/m 2 , biarkan selama 1-2 minggu.
Cacing insang, sirip, kulit (Dactypogyrus & girodactylogyrus)
  • Gejala: ikan tampak kurus, sisik kusam, sirip ekor kadang-kadang rontok, ikan menggosok-gosokkan badannya pada benda keras disekitarnya, terjadi pendarahan & menebal pada insang.
  • Pengendalian: direndam dlm larutan formalin 250 gram/m3 selama 15 menit & direndam dlm Methylene blue 3 gram/m3 selama 24 jam; hindari penebaran ikan yg berlebihan.
Bintik merah (White spot)
  • Gejala: pada bagian tubuh (kepala, insang, sirip) tampak bintik-bintik putih, pada infeksi berat terlihat jelas lapisan putih, menggosok-gosokkan badannya pada benda yg ada disekitarnya & berenang sangat lemah serta sering muncul di permukaan air.
  • Pengendalian: direndam dlm larutan Methylene blue 1% (1 gram dlm 100 cc air) larutan ini diambil 2-4 cc dicampur 4 liter air selama 24 jam & Direndam dlm garam dapur NaCl selama 10 menit, dosis 1-3 gram/100 cc air.
Kutu ikan (argulosis)
  • Gejala: benih & induk menjadi kurus, karena dihisap darahnya. Bagian kulit, sirip & insang terlihat jelas adanya bercak merah (hemorrtage).
  • Pengendalian: ikan yg terinfeksi diren& dlm garam dapur 20 gram/liter air selama 15 menit & direndam larutan PK 10 ppm (10 ml/m3) selama 30 menit; dengan pengeringan kolam hingga retak-retak.
Gatal (Trichodiniasis)
  • Menyerang benih ikan.
  • Gejala: gerakan lamban; suka menggosok-gosokan badan pada sisi kolam/aquarium.
  • Pengendalian: rendam selam 15 menit dlm larutan formalin 150-200 ppm.
Bakteri psedomonas flurescens
  • Gejala: pendarahan & bobok pada kulit; sirip ekor terkikis.
  • Pengendalian: pemberian pakan yg dicampur oxytetracycline 25-30 mg/kg ikan atau sulafamerazine 200mg/kg ikan selama 7 hari berturut-turut.
Jamur (Saprolegniasis)
  • Menyerang bagian kepala, tutup insang, sirip & bagian yg lainnya.
  • Gejala: tubuh yg diserang tampak seperti kapas. Telur yg terserang jamur, terlihat benang halus seperti kapas.
  • Pengendalian: direndam dlm larutan Malactile green oxalat (MGO) dosis 3 gram/m3 selama 30 menit; telur yg terserang direndam dengan MGO 2-3 gram/m3 selama 1 jam.

Kata Kunci: Hama dan Penyakit Ikan Mas, Budidaya Ikan Mas, Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Mas
Read more ►

Minggu, 09 Februari 2014

Ikan ‘Unicorn’ Mirip Manusia

0 komentar
LONDON – Salah satu ikan paling unik di planet ini adalah ikan ‘unicorn’ yang dianggap mirip wajah manusia kerana memiliki hidung yang besar.
Ikan Unicorn Mirip Manusia?
Malah, para saintis berpendapat seluruh kepala hidupan akuatik itu aneh kerana seakan-akan wajah manusia yang sedang marah.
Bagaimanapun, ikan pelik ini memiliki satu keupayaan yang mengagumkan di mana ia mampu bertukar warna pada badannya.
Sebenarnya, struktur pada kepala ikan yang dianggap hidung itu adalah tanduknya yang berperanan sebagai perisai melindungi diri.
Ikan bertanduk Naso itu sebenarnya berasal daripada negara Latin dan kini sedang dipamerkan di SeaLife Centre di Weymouth, Dorset, Britain.
Satu lagi spesies ikan serupa dinamakan Nimrod sempena pembinaan sebuah pesawat pejuang tentera yang memiliki tanduk.
Penyelia hidupan akuatik Matthew Fuller berkata: “Wajah pelik Nimrod mirip salah satu pesawat tentera dan tiada siapa tahu mengapa ia memiliki tanduk di hadapan kepala sedangkan ia adalah ikan,” katanya. – SinarHarian
Read more ►

Kamis, 21 November 2013

Ikan discus dalam aquascape

0 komentar
ikan discus dalam aquascape

Ikan discus dalam aquascape (akuariumhias) - Memanglah sedikit pengagum aquascape yang menggunakan ikan sebagai di antara penghias dalam aquascape mereka dikarenakan karakter beberapa besar ikan sendiri yang kerap menjadikan tanaman hias dalam aquascape sebagai di antara makanan mereka, tetapi perihal ini tidak berlaku untuk ikan berjenis  discuss tersebut mengapa aquascape serta discus dapat jadi satu kesatuan yang saling melengkapi. 

Ikan type discus mempunyai corak yang cukup memikat mata apalagi diakui dapat mengeluarkan corak batik dalam tubuhnya bila diberikan makanan serta perawatan yang cukup pastinya. 

Untuk mendapatkan perpaduan yang optimal pada aquascape serta discus banyak perihal yang butuh di perhatikan, Berikut perihal utama yang pantas anda cermati : 

ikan discus dalam aquascape

1. Perubahan air 

Berdasar sebagian ahli, perubahan air dikerjakan satu kali dalam 1 minggu perihal ini dikerjakan untuk menghindar tumbuhnya bakteri dalam aquarium, saat melakukan penggantian cukup diganti 60% air tak perlu diganti seluruhnya. 

2. Penentuan makanan 

Pelet khusus ikan discus merupakan pilihan makanan yang pas untuk ikan ini, umumnya ikan discus punya kebiasaan mendapatkan pakan cacing beku sepanjang di toko tetapi pemberian cacing beku pada aquarium anda punya potensi untuk menghidupkan cacing cacing tersebut oleh karena itu pakai lah pellet supaya aman untuk kebersihan akuarium anda. 

ikan discus dalam aquascape

3. Pengaturan suhu 

Penentuan suhu yang pas dapat dikerjakan dengan menambahkan water heater pada akuarium anda, suhu 26-28 derajat dikira pas untuk ikan discus serta tanaman hias yang ada didalamnya untuk terus hidup serta memperlambat tumbuhnya bakteri akibat suhu yang tidak dijaga.

-->
Read more ►
 

Copyright © info gratis Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger